Nadia "i Love SMAGA"


Menjadi siswi SMAGA bagi seorang Nadia Normakiah adalah kebanggaan tersendiri. Baginya SMAGA adalah sekolah yang menyenangkan. “Asik, ulun suka sekolah disini”, katanya ketika diwawancarai oleh redaksi.
Siswi kelas XII IPA 1 ini mengaku, di SMAGA banyak hal yang didapatkannya. Mulai dari pelajaran, pengalaman, keceriaan, serta banyak lainnya. “Rasanya ngk rugi sekolah di sini”, ucapnya.
Bagi Nadia (begitu sapaannya), pelajaran fisika adalah pelajaran favoritnya. Ia menyukai fisika karena dalam fisika banyak hal menarik yang belum ia ketahui. Cewek yang hobi travelling ini mempunyai cita-cita ingin menjadi ilmuan yang handal. “Belum banyak peneliti dari cewek, siapa tahu ulun bisa menjadi salah satunya”, ucap Nadia.
Ditanya tentang SMAGA sekarang, Nadia menjawab sudah sangat baik. Menurutnya, perkembangan SMAGA sudah sangat baik. Sekarang SMAGA merupakan sekolah yang berada dekat dengan pusat perkantoran provinsi sehingga kedepan menurut Nadia pasti menjadi pilihan utama bagi para siswa. SMAGA kini juga lebih nyaman dengan lingkungan yang asri dan segar.
“Ulun suka, disini banyak pohon dan tidak berisik. jadi nyaman untuk belajar. Pokoknya I Love SMAGA” ucap Nadia dengan senyum.

“Kan ku petik Satu untukmu”

IMG_5425

Jrenggg…..
Jrenggg…..

“…Ku suka kamu apa adanya
Senatural mungkin aku lebih suka
Ku suka kamu begini saja
Bukan karena ada apa-apanya dari yang kau punyaikLaguIndonesia.Net
Aku hidup di dunia
Ingin tenang baik-baik saja
Bersamamu aku bisa melewati itu
Bukan aku yang mencarimu
Bukan kamu yang mencari aku
Cinta yang mempertemukan
Dua hati yang berbeda ini….”

Lantunan lagu D’Masiv terdengar merdu saat dinyayikan Budi. Siswa kelas XII IPS ini dengan penuh perasaan memetik gitar lusuh yang dipegangnya. Budi menyayikan lagu tersebut bukan tampa sebab, adalah seorang cewek cantik berada tepat didepannya.
“Lagu ini mewakili perasanku padamu”, kata Budi.
Si cewek hanya tersenyum. Tampa berkata hanya menutup mukanya. Entah, apa maksudnya.
Sesekali senyum andalan Budi lontarkan. Namun apa daya sampai lagu D’Masiv selesai dinyayikan di cewek tetap diam tak berkata-kata. Tangannya masih erat menutup muka.
“Kalau diam berarti diterima”, kata Budi sambil berharap.
Si cewek mulai membuka tangannya.
sejurus kemudian si cewek  hanya gelengkan kepala.
Budi tahu bahwa gelengan kepala berarti tidak, ia pun bertanya untuk memastikan.
“Kenapa”, ucap Budi.
“Kita berteman saja”, jawab si cewek
“Ku mau konsentrasi belajar dulu” jawab si cewek  sambil meninggalkan tempat duduk.
Budi hanya tertunduk lesu.
Lagu D’Masiv pun berubah ke lagu Olga Saputra “Hancurrrrrr hatiku”….
Waktu istirahat sekolah masih lama, Budi pun masih asik memainkan gitarnya.
Tidak lama berselang datanglah beberapa temannya yang lain.
Suasanapun menjadi semakin rame.
Obrolan santai mengalun lancar dari para siswa SMAGA
Sesekali gelak tawa pecah di kedamaian lingkungan SMAGA yang rindang dan asri
“Din, kalo habis makan sampahnya dimasukkan ke tempat sampah”, ucap Budi.
“Hehe…ia. sory kada ingat”, jawab Udin.
“Sekolah kita sekarang menggiatkan sebagai sekolah sehat, bersahabat dan bermartabat. Jadi sebagai siswa kita harus dukung itu”, kata Budi kepada teman-temannya yang lain.
“Ingatlah, buanglah sampah pada tempatnya”, tambah Budi.
“Siap komandan”, jawab Udin dan teman-temannya yang lain.
“Kita harus bangga sekolah disini. Ia kada LY”, kata Budi dengan senyum.
Amang yang sedari tadi hanya penggembira akhirnya buka suara
“Behhh,..imbah lawan Erly bepandirnya pina manis. Mun lawan kami kada balampu”, kata Amang yang aslinya Anhar.
Budi hanya tersenyum. Tak mau kalah Budi menyahut
“Cewe itu perasaannya halus. jadi bepandirnya harus lembut”, jawab Budi
“Wadohhhhh, raja gayung a’a ni”, kata Amang.
“Mentang-mentang ada Erly. Kesah bungas ikam ne Bud ae”, kata Amang diikuti gelak tawa temannya yang lain.
Erly yang jadi objek pembicaraan hanya tersenyum.
Sesekali buku pelajaran dibacanya.
“Ly, ku ada lagu untuk mu”, ucap Budi
“Lagu apa”, tanya Erly
“Dangarakan lah”, kata Budi

Jrengggg…
Jrengggg….

Saat ku tenggelam dalam sendu
Waktupun enggan untuk berlalu
Ku berjanji tuk menutup pintu hatiku
Entah untuk siapapun ituuIndonesia.Net

Dan kau hadir merubah segalanya
Menjadi lebih indah
Kau bawa cintaku setinggi angkasa
Membuatku merasa sempurna
Dan membuatku utuh tuk menjalani hidup

Berdua denganmu selama-lamanya
Kaulah yang terbaik untukku
Kini ku ingin hentikan waktu
Bila kau berada di dekatku
Bunga cinta bermekaran dalam jiwaku
Kan ku petik satu untukmu

“Kaya apa Ly. Baguslah”, tanya Budi
“Bagus. Lagu siapa tuh”, ucap Erly
“Lagu Adera, Lebih Indah judulnya”, kata Budi
“LY, Coba tutup mata. Apa yang terlihat”, pinta Budi
“Gelap”, sahut Erly
“Begitulah hari-hari ku bila tak ada kamu”, Kata Budi
Erly hanya tersenyum. lesung pipitnya terlihat jelas saat mendengar ucapan Budi.
“yeeeeeee, raja gombal jua sakalinya kawan kita neh”, celutuk Amang.
“Uma ae. badiam za buhan kam tu. dukung aku pang”, kata Budi
“Kaya apa Ly”, tanya Budi
“Apanya yang kaya apa”, Erly balik bertanya
“Hmmmm, kaya apa yu lah”, jawab Budi sambil terbata-bata
“Hahayyyyyy, gugup lakiannya”, Amang kembali lagi nyeletuk
“hmmm,….maksudku kalo kita jalan berdua. mau lah Ly”, ucap Budi sambil menahan muka
“Kam nembak aku kah Bud”, tanya Erly.
“Kada. Ku jualan mercon. Ya ialah, mulai tadi ku memperhatikan ikam aza”.
Ku suka senyum mu, kata Budi.
“Kaya apa yu lah. ku masih belum mau pacaran”. Ku handak sekolah bujur-bujur dulu.
“Kita bekawanan aja gen, lebih asik. Kaya kawan-kawan disini”, kata Erly.
“Tapi bila kam berubah pikiran, ku siap menerima”, Ucap Budi sambil berusaha merayu (Ingat jurus ketiga dalam kitab menaklukkan wanita. “jika jurus ke- 1 dan ke- 2 ditolak maka lancarkan jurus ketiga dengan tetap merayu dan berharap si cewek berubah pikiran di lain waktu).
“Untuk sementara kada dulu gen, tapi kalo jodoh siapa tahu”, sahut Erly.
“Heeh, nyaman bakawanan ja buhan kita ne. Sekolah dulu, pacaran kena aja”, kata Amang mencairkan suasana tegang romantis.
Tetttt. tettt. tettt ….
“Nah, bel tanda masuk sudah bunyi. Yuk kita masuk kelas”, kata Erly sambil memasukkan buku ke tas kesayangangnya.
“Lakasi Bud. Kita masuk”, Udin tidak mau ketinggalan turut bersuara.
“Ya. belajar dulu, pacaran nanti”, ucap Budi sambil berdiri berusaha mengiringi Erly yang sudah duluan berjalan menuju kelas.

Bangku Taman

Semangat baru nampak terlihat dari raut muka para siswa SMAGA. Betapa tidak, libur panjang ramadan memberikan energi exstra untuk kembali belajar. Sebagaimana tradisi di sekolah ini, maka mengawali masuk sekolah ditandai dengan silaturahim seluruh keluarga besar SMAGA.
Semua komponen sekolah saling maaf- memaafkan guna mengembalikan hati dan jiwa kembali fitrah. Moment ini sangat ditunggu-tunggu seluruh warga SMAGA karena sangat positif.
Semangat belajar siswa juga semakin meningkat dengan adanya fasilitas pendukung baru yang disediakan sekolah. Fasilitas ini berupa bangku taman yang diletakkan dibawah pohon sehingga dapat digunakan bagi siswa untuk bersantai ataupun istirahat. Selain itu desain bangku taman yang cantik semakin memperindah suasana belajar kelompok dengan pola outdorr.
Adanya bangku taman ini merupakan komitmen sekolah untuk mendukung pembelajaran di lingkungan sekolah. Prinsif pembelajaran yang digunakan tidak saja berbasis ruang tetapi juga berbasis pada lingkungan. Hal ini didukung dengan lingkungan sekolah yang asri dan sejuk. Varian pohon yang banyak memberikan rasa teduh dan rindang di lingkungan sekolah.
So,…tuggu apa lagi. Yuk terus belajar, cayooo SMAGA.

Awas, Penipuan Rambah Dunia Pendidikan

w750_h400px__1432139062


Pagi itu sebanyak 10 orang siswa menghadap kepala sekolah, kebetulan saya dan beberapa guru lain diminta untuk mendampingi beliau. Suasana ruangan sejenak hening ketika kepala sekolah kami (Eksan Wasesa, S.Pd) mulai berbicara. Awalnya kami tidak mengetahui persis perihal kedatangan siswa tersebut, tetapi setelah mendengar penjelasan dari kepala sekolah barulah kami mengerti.
Ternyata para siswa tersebut sengaja dikumpulkan untuk mengetahui tentang perihal penipuan oleh oknum yang mengatas namakan beliau dan pejabat Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel.

***
Awalnya para orang tua ditelpon oleh seorang laki-laki yang mengaku pejabat Dinas Pendidikan Prov. Kalsel bahwa anaknya yang bersekolah di SMAN 3 Banjarbaru mendapatkan beasiswa berprestasi. Setiap siswa berprestasi mendapatkan beasiswa sebesar Rp. 7.500.000,- Orang tua dan siswa diminta membuka rekening bank dan memberikan nomor rekening agar pihak dinas dapat mentrasfer beasiswa tersebut. Untuk lebih menyakinkan, oknum tersebut memberikan nomor HP Kepala SMAN 3 Banjarbaru dan diminta untuk menghubunginya untuk informasi. Selanjutnya dapat ditebak, orang tua yang merasa senang anaknya dapat beasiswa kemudian menelpon oknum yang mengaku Kepala SMAN 3 Banjarbaru  tersebut. Gayung bersambut, oknum tersebut mengiyakan bahwa si anak memang mendapatkan beasiswa.
Dari pengakuan seorang siswa bahwa ia sempat memberikan nomor rekening. Tetapi tidak berapa lama ia ditelpon oknum tersebut, karena si siswa memberikan nomor rekening yang kosong.  Padahal menurut oknum tersebut, saldo minimal adalah satu juta rupiah. Oknum tersebut mengancam jika esok hari tidak diisi saldo minimal (satu juta rupiah) maka beasiswanya akan dibatalkan. Ini tentunya mengundang kecurigaan siswa dan orang tua, kemudian mereka berinisiatif menelpon salah seorang guru untuk bertanya langsung, ternyata tidak benar.
Sementara itu, orang tua yang lain juga curiga dan menelpon Kepala SMAN 3 Banjarbaru. Bapak Eksan Wasesa, S.Pd sempat kaget karena ditanya perihal beasiswa. Setelah mendengar informasi dari orang tua barulah beliau mengerti dan secara tegas menjelaskan bahwa hal itu adalah kebohongan dan penipuan.
Penasaran dengan oknum penipu, Pak Eksan kemudian menelpon oknum yang mengaku beliau. Terjadilah percakapan antara Eksan Wasesa dengan oknum yang mengaku Eksan Wasesa. Aneh tapi nyata.
Hal ini menguatkan beliau bahwa ini penipuan.  Selanjutnya beliau juga menghubungi Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel untuk konfirmasi ternyata tidak ada nama oknum pejabat yang dimaksud. Sehingga jelas, ini tindak kejahatan penipuan.
Sejauh pengetahuan kami ini adalah kejadian pertama di SMAN 3 Banjarbaru. Modus penipuan kali inipun cukup berani dengan mengatas namakan Kepala Sekolah dan Pejabat Dinas Pendidikan Prov. Kalsel. Menurut analisis kami, bahwa penipuan ini dilakukan secara berkelompok dengan melibatkan beberapa orang. Orang pertama berperan sebagai pejabat Disdik. Orang kedua berperan sebagai kepala sekolah. orang ketiga berperan untuk menganalisis dan memonitor rekening, dan mungkin ada orang keempat berperan sebagai pencari data dan informasi calon korban.
Namun demikian, “sepandai-pandainya tupai meloncat, pasti jatuh jua”. Kami bersyukur bahwa penipuan tersebut tidak berhasil. Setidaknya ini menjadi pengalaman bagi kami dan juga menjadi informasi bagi sekolah lain untuk waspada dan berhati-hati.

***
Kasus-kasus penipuan dalam dunia pendidikan ternyata tidak kali ini saja terjadi. Sebelumnya di berbagai daerah dan kabupaten/kota, penipuan terhadap siswa dan guru kerap terdengar.  Untuk siswa, modus mendapatkan beasiswa menjadi hal yang harus diwaspadai. Para siswa dan orang tua patut curiga jika anaknya mendapatkan beasiswa tampa ada pemberitahuan resmi secara langsung dari sekolah.  Jangan percaya dengan oknum yang tidak dikenal meminta nomor rekening untuk keperluan sekolah.
Khusus guru, banyak modus yang digunakan para penipu. Diantaranya yang marak terdengar adalah penipuan mengatas namakan dinas kepegawaian setempat yang menghubungi guru untuk melengkapi persyaratan untuk menjadi PNS. Iming-iming status yang jelas dan penghasilan yang tetap menjadikan modus ini adalah yang banyak digunakan.
Selain itu, adanya sertifikasi guru juga memberikan celah bagi para oknum yang tidak bertanggungjawab untuk mengeruk keuntungan dari adanya pelatihan guru atau PLPG. Biasanya, oknum tersebut mengaku sebagai panitia pelaksanan yang dapat membantu peserta PLPG lulus dengan nilai bagus. Imbalannya tentu saja sejumlah uang. Namun para oknum tersebut meminta dibayar dimuka baru bisa membantu.
Entah mengapa, sekolah terutama guru sering dijadikan sebagai sasaran empuk bagi pelaku kejahatan.  Apakah peningkatan kesejahteraan guru ditambah sertifikasi menjadi daya tarik tersendiri sehingga banyak orang yang kini ingin menjadi guru. Peluang inilah yang diincar para penjahat untuk melakukan aksinya.
Kasus-kasus penipuan diatas hendaknya menjadi pelajaran bagi kita semua untuk selalu waspada, tidak tergiur dengan iming-iming janji yang tidak pasti, janji yang justru merugikan. Karena itu, sangat penting adanya komunikasi di sekolah. komunikasi yang baik dan lancar dilingkungan sekolah tidak saja antara siswa, tetapi antara siswa dengan guru dan guru dengan orang tua serta siswa. Komunikasi yang dinamis ini setidaknya mampu membentengi sekolah dari hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya penipuan terhadap siswa dan guru. Mari kita doakan agar pelaku kejahatan terhadap guru menjadi sadar dan insyaf,...amin.

,

Serunya Belajar di Alam

IMG_5341

Konsep pembelajaran yang menyenangkan nampaknya benar-benar diterapkan di SMAGA. Hal ini setidaknya terlihat dari pembelajaran yang dilakukan oleh ibu Rahmalina, S.Pd. Guru bahasa Indonesia ini menyampaikan pembelajaran di luar kelas dan mendapat sambutan hangat dari isiswa.
Dari pantauan kami, pembelajaran terlihat lebih bergairah. Suasana alam yang teduh dan tenang memberikan aura positif bagi pembelajaran. Para siswa nampak bersemangat mengikuti, menyimak dan memperhatikan setiap materi yang disampaikan. pada metode ini Ibu rahmalina menerapkan metode pembelajaran diskusi dan ceramah bervariatif.
Dari pengakuan siswa, mereka lebih senang belajar di luar. Suasana yang asri dalam deruan angin yang sejuk membuat mereka lebih bersemangat. Dan mereka juga mengaku lebih banyak bisa menerima pelajaran.
Kondisi ini bisa tercipta karena memang lingkungan sekolah masih asri dan tenang. Jauh dari hiruk pikuk aktivitas masyarakat umum. Letak SMAGA yang jauh dari pemukiman warga memang memberikan keuntungan tersendiri. Selain itu, lingkungan yang sejuk diperindah dengan banyaknya pohon dan tanaman. Hal ini sejalan dengan slogan SMAGA sebagai sekolah sehat, berprestasi dan bermartabat.
Pembelajaran seperti ini memang bukan kali ini saja. Ada juga guru-guru lain yang melakukan hal yang sama. Konsepnya adalah pembelajaran yang menyenangkan. yup,…mari belajar.